Contact Tracing Wajib Pada PSBB Transisi

Pada PSBB Transisi kedua ini, pemerintah DKI Jakarta mewajibkan bagi seluruh perkantoran, tempat usaha, pabrik dan semua area publik untuk menjaga kapasitas maksimalnya. Paling besar adalah 50%, sementara bioskop juga di wajibkan hanya 25%.

Hal ini karena Covid-19 hanya bisa di atasi dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. penerapan protokol yang semakin ketat ini membuat para pengusaha untuk melakukan contact tracing dengan cara WAJIB mencatat semua orang yang berkunjung ke unit usahanya, baik itu pengunjung biasa, pegawai bahkan hanya tamu.

Aturan yang harus diterapkan adalah.

kemudian wajib adanya contact tracing:

Aktivitas yang dilakukan selama ini untuk contact tracing adalah secara manual, yaitu dengan membuat buku tamu dan di catat, namun seperti kita ketahui bahwa sesuatu yang manual, banyak terjadi kesalahan bahkan sampai data yang ilang. Sehingga atura yang di buat, tidak hanya sebagai formalitas dan jadi akhirnya sia-sia.

Oleh karena itu perlu aturan tegas dalam proses pendataan ini, agar apa yang di lakukan dapat efektif menyebarnya virus COVID-19 yang semakin hari semakin parah.

Lalu bagaimana pemilik usaha untuk bisa menerapkan Contact tracing dan Physical distancing secara digital? dan apa yang di lakukan oleh sonicboom?

Kami membuat inisiatif OneSonicID. dengan OnesonicID, pengunjung dan pengelola tempat cukup klik link http://bit.ly/onesoundid, kemudian registrasi dan secara langsung miliki Unique ID yang akan tersimpan secara digital dan dalam bentuk frekuensi suara. sehingga ketika berkunjung ke suatu tempat, klik link dan akan mengirimkan pesan suara tidak perlu adanya antrian.

Teknologi apa yang di gunakan?

Sonicboom menggunakan teknologi berbasiskan frekuensi suara dengan tingkat keamanan yang tinggi setara dengan keamanan data standard militer. Kami sangat mengerti sekali bahwa data pribadi, harus di jaga secara baik dan harus di tunjang dengan teknologi tinggi unutk antisapati kebocoran data. Dengan data aman dan setiap melakukan verifikasi data di suatu tempat, pengunjung tidak perlu khawatir untuk isi buku tamu digital yang ada di OneSonicID , karena data pengunjung tidak mudah di capture oleh pihak lain, karena bentuk data berupa frekuensi audio, unik dan aman.

Detail peraturan PSBB yang kami kutip dari e-flyer yang di edarkan dari Pemprov DKI Jakarta.

Sonicboom saat ini sudah bekerja sama dengan beberapa instansi strategis di Indonesia seperti MRT Jakarta, Pemprov DKI dan Kemenparekraft.

kerjasama SOnicboom dengan Pemprov DKI sebagai bagian dari Smart CITy dan mendukung pemerintah dalam pencegahan COVID-19.

Untuk informasi lebih lanjut terkait ONESonicID dapat menghubungi tim sonicboom melalui email info@sonicboom.co.id

Author:

Edo Rinaldo | VP of Business Development, Sonicboom Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *