Lagi-lagi Klaster Kawasan Industri dan Pabrik tempat penyebaran Covid-19

Lagi-lagi kawasan industri dan pabrik jadi tempat penyebaran covid-19.

Seperti di kutip dari beritasatu.com
“Total ada 17 kasus baru. Sebanyak 14 kasus di antaranya penyebarannya terjadi di kalangan buruh. Sedangkan, tiga kasus lainnya merupakan istri dan dua orang anak buruh yang sudah terkonfirmasi positif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Rabu (1/7/2020).

Klaster pekerja di kawasan industri Sering terjadi beberapa tempat. Dampaknya adalah tidak saja kesehatan karyawan menjadi dipertaruhkan dan penghentian kegiatan pabrik sementara mengakibatkan berpengaruh pada produktifitas pabrik.

Sumber: Detiknews

https://news.detik.com/berita/d-5077781/21-karyawan-kena-corona-unilever-pastikan-stok-aman-tak-terkontaminasi

Berdasarkan pengamatan dari Center of Worker Productivity (CWP) Sonicboom. Physical distancing di kawasan pabrik atau industri sangat sulit di lakukan karena beberapa hal.

  1. Tingkat kepadatan yang tinggi dan penggunaan alat kerja dengan bersama-sama dan bergantian..
    Kawasan pabrik yang kebanyakan pekerjanya adalah buruh harian, melakukan aktivitas pekerjaan dengan jarak yang berdekatan. Dan dengan jarak bisa kurang dari 50 Cm antara pekerja satu sama lainnya.
    Kemudian ditambah lagi dengan penggunaan alat kerja seperti mesin produksibyang bersamaan atau bergantian.
  2. Kurang disiplin dalam menjaga kebersihan. Walaupun sudah banyak sekali pabrik dan kawasan industri sudah menerapkan standard protokol kesehatan Covid-19, seperti mencuci tangan dan mengenakan masker namun tingkat disiplin yang konsisten dari pekerja sering tidak mengindahkan aturan tersebut.
  3. Sistem absensi masih menggunakan absen sentuh dan traditional.Sistem absensi yang masih menggunakan finger print juga sebagai salah satu faktor. Selain terjadi kontak langsung antara pekerja, absensi model lama ini sering membuat penumpukan antrian pekerja. Terutama saat jam masuk dan jam pulang. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang Touch-less atau tanpa kontak langsung, namun kesehatan dan produktifitas pekerja tetap terjaga maksimal.

Bagaimana solusinya?
Langkah awal selain tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan, manajemen perusahaan bisa segera mulai melakukan inisiatif mengganti alat absensi dengan touch-less namun dengan tetap mendapatkan data dan sistem pelaporan yang komprehensif dan akurat.

Tulisan:

Edo Rinaldo – VP of Business Development

SONICBOOM INDONESIA

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *