Peran (IoT) untuk Monitoring Kepadatan Mal dan Area Publik

Source: Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan wilayah Bekasi sudah masuk zona hijau atau aman dari Covid 19. Kondisi ini memungkinkan untuk kembali dibukanya kegiatan usaha termasuk pusat perbelanjaan. Meski demikian, pemerintah menetapkan aturan baru untuk pengunjung mal seperti pembatasan jumlah orang di tempat usaha serta standar protokol penggunaan masker dan sarung tangan. Simak aturan baru bagi kegiatan usaha di mal yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam video berikut ini.

Pembatasan kepadatan di area Mal dan pusat Belanja

Seperti diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil, bahwa akan sebentar lagi mall dan pusat-pusat belanja akan segera di buka. oleh karena itu perlu di lakukan persiapan yang matang dan terukur di lakukan oleh masing-masing pengelola tempat.

Semua tempat di wajibkan mematuhi peraturan dan standar protokol penanganan covid. seperti: memantau jumlah atrian, penggunaan masker dan tindakan lainnya yang memnuhi standar kesehatan.

Menurut Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan dalam wawancanranya dengan katadata.co.id Selasa (19/5), “Pihak mal akan mengawal protokol kesehatan agar pengunjung terhindar dari penularan virus corona. Misalnya, dengan pembatasan jumlah pengunjung mal atau jumlah antrean agar tak berdesak-desakan serta menerapan jarak aman. “

Sebelum masuk, pengunjung juga akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Di kasir dan lift mal nantinya dipasang tanda sebagai tempat menunggu serta pengaturan jarak.

“Kami sudah bikin SOP-nya pastinya aman buat semua orang, tidak ada batas usia lagi. Pengawasannya sangat ketat jadi yang tidak ikut SOP ya jangan datang ke mal,” kata Stefanus kepada katadata.co.id, Selasa (19/5).

Lalu, bagaimana pengunjung bisa tau kepadatan mal

Pembatasan kepadatan di area Mal dan pusat Belanja
https://www.merdeka.com/trending/corona-tak-kunjung-usai-5-mal-ini-padat-pengunjung-jelang-lebaran.html

Seperti yang kita ketahui bahwa minimnya informasi, sosialisasi dan tingkat kesadaran masyarakat, seakan-akan tidak peduli dengan situasi pandemic covid-19 ini. Hal ini dapat dilihat dari banyak sekali kita jumpai berita bahwa mal makin padat akhir-akhir ini.

Dikutip dari merdeka.com bahwa “Terlihat pengunjung memenuhi toko pakaian, antrean di kasir dan stand pakaian terpantau dipadati pengunjung tanpa mempedulikan physical distancing yang merupakan anjuran pemerintah untuk menghindari terpapar virus.”

Instagram/@ciledug24jam ©2020 Merdeka.com

Mal CBD Ciledug Kota Tangerang terlihat dipadati pengunjung. Mereka tampak rela berdesakan serta berkerumun untuk masuk ke dalam mal.

Sudah terlanjur datang ke Mal? ya Antri

Kebanyakan dari pengunjung, tidak mengetahui tingkat kepadatan mal dan area publik tersebut, sehingga mereka sampai dan ternyata harus di batasi quoata 50% , pengunjung akhirnya rela menunggu. Dan dikhawatirkan ketika ini berlangunsg terlalu lama, maka tidak saja menimbulkan kekecewaan dari sisi pengunjung, namun juga akan ada penumpukan baru yang tidak bisa di hindari dan dapat menjadi sarana baru penyebaran virus covid-19.

Oleh karena itu harus dilakukan implementasi monitoring yang memudahkan pengunjung memantau kepadatan sebelum berkunjung.

Monitor kepadatan dan antrian, dengan Sonic Sense (IoT)

Kita semua mengetahui bahwa Revolusi Industri 4.0 adalah strategi baru untuk menjadi solusi dari setiap permasalahan modern yang ada. Salah satu teknologi yang merupakan bagian dari revolusi Industri 4.0 adalah IoT (Internet of Things). yaitu sebuah teknologi yang mengolah data berdasarkan sensor.

Sonicboom dengan layanan IoT nya yang bernama “Sonic Sense IoT” memiliki sensor yang mendeteksi tingkat kepadatan di suatu area atau ruang secara lebih akurat. Keunikan layanan ini adalah karena cara bekerjanya yang mendeteksi perangkat aktif di area radius 20 meter. sehingga lebih hyper-local.

Sonic sense IoT
Sonic Sense IoT Untuk Monitoring Antrian

Dengan menggunakan teknologi sonic sense ini, pengunjung dapat mengecek situasi di dalam Mal atau toko retail sebelum melakukan kuunjungan melalui aplikasi Milik Mal atau Website Mal. Hal ini dapat mengurangi secara efektif antrian yang ada di Mal dan pusat belanja.

Selain itu, kepentingan data foot fall dari pengunjung akan membantu Mal dalam menyusun strategi kedepannya, dimana Sonic Sense IoT, dapat menjadi salah satu referensi sumber data bagi pengelola Mal, merchant dan stakeholder lainya dalam menyusun strategi kedepannya.

Saat ini sudah ada beberapa Mal yang sudah mengunakan teknologi ini, Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi info@sonicboom.co.id

Penulis:

Edo Rinaldo
VP of Business Development of Sonicboom
Books Author and Marketing Enthusiast
edo@sonicboom.co.id
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *